Archive for June, 2008

aku dan dia di hari ini tentang hal yang lalu

"cinta itu memaafkan, bukan menghakimi"

he13 seperti itulah ……

biarlah aku tersakitin 1000kali…toh aku masih memiliki 1000juta maaf…

"cinta itu memeberi, bukan memiliki"

kadang kita lupa akan hal ini…

harus ada pembeda antara "memberi" dan "memiliki"…

dan aku akan menjadi matahari buat dia yang kucinta…

toh "hendaknya kita pandai-pandai menerima omongan oarng yang menyakitkan tanpa harus sakit hati, IKHLAS KEHILANGAN TANPA MENYESAL, dan pasrah kepada Yang Maha Kuasa"

akh…. andae saja kita bisa ikhlas dalam setiap masalah di dunia ini….

pasti tak akan ada beban di dada…

takan perlu lagi dendam…

takan ada benci…

Insyallah hidup selalu Damai…

dan aku telah kehilangna dia…tapi bukan berarti aku kehilangan semuanya…

biarkan satu apel yang busuk…tak perlulah di buang sekeranjang apel lainnya…

mungkin aku aku gagal kali ini menjalin sebuah hubungan…namun bukan berarti aku takan pernah bertemu seseorang yang pantas menerimaku…

dan jikapun telah dia berpaling dariku…semuga aku masih bisa menjabat tanganya…

seraya berkata "maafkan aku yang gagal bersamamu, tapi bukan berarti kita kita tidak akan pernah lagi mengenal…karena kita masih bisa mencoba untuk mejadi teman selamanya"

dan bisa jadi…justru aku yang menyakitin dia… -akh…maafkan aku untuk itu-

harus kuakui…selayaknya fitrah setiap lelaki…akupun butuh dia…akh..andai aja aku bisa memilih..pasti dia yang utama…

tapi aku (gak mau) bukan Qais yang menjadi majnun karena laila….aku "BAGINDA TAMA ELANG SAKTI"

^^v

No comment »

SURAT DARI SETAN

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai
aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai
santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan
shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu
Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya
aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih me mbencimu, karena aku benci
Allah.

Aku hanya menggunakanmu untuk membalas
dendamku kepada Allah.
Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku
akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa
untuk mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih
memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan
menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterimakas! ih padamu, karena
aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang
menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2
yang kita jalani

Kita nonton film porno bersama, memaki orang,
mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-
kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi
orang, menghujam orang dari belakang, tidak
hormat pada orang tua ,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.
TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begi tu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.

Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untukmu.
Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena
sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir
semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 19 tahun lebih tua, dan sekarang aku
perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-
orang muda bagaimana berbuat dosa.

Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-
mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan
hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka
akan menirunya.
Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari s embunyi, dan
bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang
tinggal sedikit.
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu
sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya
memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orng tolol yang
lebih baik dimata ALLAH.

Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak
akan membagi surat ini dengan siapapun

No comment »

kisah sepotong kue..

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam.
Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba.
Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.
Wanita itupun sempat berpikir: "Kalau aku bukan
orang baik sudah  kutonjok dia!“.
Setiap ia  mengambil satu kue, Si lelaki juga
mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa
yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan  membaginya dua.
Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani  sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.
Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat  penerbangannya diumumkan
Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang.
Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih". Ia naik pesawat dan duduk  di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia  merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.
Disitu ada kantong kuenya, di  depan matanya !!!
Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati.
Jadi kue  tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia  tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu
terima kasih.
Dan dialah pencuri kue itu !
Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.
Kita sering  berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.                     Orang lainlah yang selalu salah
                    Orang lainlah yang patut disingkirkan
                    Orang lainlah yang tak tahu diri
                    Orang lainlah yang berdosa
                    Orang lainlah yang selalu bikin masalah
                    Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran Padahal 
             Kita sendiri  yang mencuri kue tadi
                   Kita sendiri  yang tidak tahu terima kasih.

Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau  gagasan orang lain .
Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya

No comment »